Utak Atik Otak

Photo by Nik Shuliahin 💛💙 on Unsplash

aya mau ngomongin tentang keyakinan. Keyakinan buat melakukan sesuatu. Karena begini, nggak setiap hal bisa kita lakukan dengan yakin. Untuk hal-hal tertentu, kita bisa merasakan mental block dan ketidakyakinan. Seolah-olah kita nggak bisa melakukannya.

Padahal … setiap orang udah punya modal keyakinan kuat di dalam diri. Ibaratnya kita tinggal klik ON aja buat mengaktifkannya.

Saya pun orang biasa yang pernah ngerasa gak yakin sama usaha yang dilakukan. Dulu ada beberapa hal yang mau saya mulai, tapi malah kurang yakin buat melakukannya. Salah satu contohnya adalah menulis buku.

Iya.

Saya sempat coba-coba menulis satu buku, tapi nggak sempat dipublikasi. Karena saya kurang yakin kalau buku itu layak dibaca. Butuh waktu yang agak lama meyakinkan diri buat menulis buku lagi.

Akhirnya, setelah melewati proses perenungan yang panjang, saya pun memutuskan untuk menulis buku lagi. Alhamdulillah bukunya selesai. Anehnya, keyakinan saya di buku ini lebih besar. Kayaknya saya udah klik ON tombol keyakinannya. Saya yakin buat mempublikasikan buku ini.

Tapi, saya coba publikasikan dalam bentuk ebook dulu. Yaa, anggap aja ini stepping stone buat buku-buku selanjutnya.

Setelah buku pertama itu dipublikasi, keyakinan saya buat menulis buku makin bertambah. Dalam hati bilang, “Kayaknya saya harus jadi penulis buku, bukan cuma jadi penulis artikel atau blog.”

Itu salah satu ketidakyakinan yang berhasil saya dobrak.

Selain itu, ada juga orang yang menginspirasi saya untuk terus menguatkan keyakinan. Dia adalah Nabi Muhammad saw. Salah satu role model saya dalam hidup. Baginya, seolah nggak ada sesuatu yang sulit. Beliau fokus dengan tujuannya.

Keyakinan juga terpancar dari sifat dan perilakunya. Beliau selalu memperlakukan orang dengan baik. Bahkan membalas ejekan dan kebencian dengan cinta.

Saya sempat membahas salah satu kisahnya di artikel sebelumnya.

Ternyata, keyakinan pun butuh dibiasakan. Seperti Nabi Muhammad saw yang selalu membiasakan diri mencintai sesama makhluk. Sehingga, setelah menjadi kebiasaan, keyakinan itu akan menjadi satu dengan diri kita.

Contohnya:
Sorang guru pasti yakin bahwa dirinya adalah guru. Seorang pedagang pasti yakin kalau dirinya pedagang. Seorang penulis pun pasti yakin kalau dirinya penulis.

Jadi rumusnya:
Keyakinan + dibiasakan = identitas diri.

Masuk akal ya?

Keyakinan berasal dari pikiran di otak. Kita bisa menguatkannya dengan mengutak atik sistem kerja otak kita. Kita mesti memakai otak buat berpikir secara aktif, bukan pasif. Kita mesti bersikap tenang, karena pikiran yang baik muncul ketika kita tenang. Dan kita perlu mengonsumsi kata-kata positif setiap hari. Karena apapun input yang masuk bisa mempengaruhi pikiran kita.

Biasakan berpikir aktif

Pernah gak, kamu memikirkan sesuatu secara aktif?

Misalnya, memikirkan penciptaan alam semesta. Memikirkan tentang oksigen yang kita hirup setiap detik. Memikirkan tentang kehidupan setelah kematian. Atau memikirkan tentang peran matahari, bulan dan bintang di langit, dsb.

Hal-hal itu mungkin jarang dipikirkan secara aktif. Kita lebih sering memikirkannya secara pasif. Yang artinya, kita sekadar tahu. Nggak berusaha mencari tahu atau memikirkannya lebih dalam.

Nah, dengan melatih berpikir aktif, otak kita akan berfungsi lebih baik. Otak kita akan lebih aktif dan bahkan lebih cerdas. Dengan berpikir aktif pun, kita bisa menguatkan keyakinan kita. Ya, dengan memikirkan penciptaan alam semesta, kita pasti jadi yakin dengan kebesaran Tuhan.

Biasakan bersikap tenang

Seberapa sering kamu menenangkan pikiran?

Di tengah kecanggihan teknologi, otak kita jadi berusaha menyesuaikan diri. Otak kita jadi disibukan dengan kecepatan informasi yang berseliweran di internet atau media sosial. Otak kita terus dibuat sesak olah informasi yang banyak.

Itulah kenapa, kita perlu berusaha menenangkan diri, meskipun ditengah keramaian sekalipun. Otak yang tenang bisa menghasilkan pikiran yang cemerlang. Bahkan solusi dari permasalahan pun bisa muncul saat kita tenang.

Keyakinan pun bisa menguat saat kita tenang. Karena kita jadi lebih jernih saat berpikir. Kita bisa menyingkirkan pikiran-pikiran atau informasi negatif yang menghalangi.

Konsumsi kata-kata positif

Percaya gak, kalau kata-kata bisa mempengaruhi keyakinan kita dan akhirnya mempengaruhi tindakan kita?

Coba kamu pikirkan tentang keberaninan, ketangguhan, kekuatan setiap saat. Pasti kamu akan menjadi orang yang berani, tangguh, dan kuat. Lalu, coba kamu pikirkan tentang kemalasan, kegagalan, ketidakberdayaan setiap saat. Pasti kamu akan jadi orang yang males gerak dan males mencoba lagi.

Ya, karena tindakan menyesuaikan keyakinan dan kata-kata yang sering kita ucapkan. Ingat ya, yang sering. Karena yang sering, akan menguat dan mendominasi. Jadi, coba perhatikan apa kata-kata yang sering kamu masukan ke dalam otakmu?

Maksimalkan terus kemampuan otakmu dengan ketiga cara tadi. Dengan begitu, kamu akan menguatkan kemampuan otakmu dan menguatkan keyakinanmu buat melakukan sesuatu. Otak kita punya segudang kelebihan. Manfaatkanlah sebaik mungkin.

NB: Kalau mau baca Ebook saya, kamu bisa download GRATIS di sini yaa https://bit.ly/E-BookHidupMaksimal

Terima kasih.

--

--

I write about personal growth, business and productivity. You can also find me on IG @yasierfadilah. Thank you for reading.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Yasier Fadilah

I write about personal growth, business and productivity. You can also find me on IG @yasierfadilah. Thank you for reading.