Morph: Menebar Cinta

Yasier Fadilah
2 min readMar 23, 2024

Ini hari ke-98, eh 99, eh, bukan. Kayanya udah seratus hari lebih saya berusaha mencari pasangan yang cocok. Tapi, sampai saat ini saya belum menemukannya. Aduh, mana umur udah tambah dewasa lagi. Kok kisah percintaan saya bisa serumit ini ya?

Kayanya saya perlu berusaha lebih keras lagi. Mungkin kali ini saya harus ngambil langkah serius. Saya mesti beraniin diri buat PDKT sama cewek dan menjalin hubungan yang serius.

Masalahnya, belum ketemu yang bisa diajak PDKT. Mau cari ke mana ya?

Saya pun pulang ke rumah.

Pas di depan pintu rumah, seekor kucing nyamperin dan minta makan. Oh, itu kucing yang biasa diem di sekitar rumah. Kucing itu memang biasa nyamperin. Terus, saya usap-usap sebentar kepalanya. Dia kelihatan nyaman dan seneng, diusap seperti itu.

Terus saya kepikiran sesuatu, “Apakah kucing juga bisa ngerasain cinta dan kepedulian seseorang?”

Hmm. Iya juga.

Kucing itu malah ngajarin saya sesuatu. Selama ini saya selalu mengharapkan cinta dan meminta cinta dari orang lain. Padahal saya cuma perlu menebar cinta. Karena saya merasa bahagia ketika bisa menebar cinta. Sesederhana bikin kucing seneng.

Ah! Bener juga.

Kayanya saya perlu berdamai dengan kondisi percintaan. Setelah ini, saya nggak akan ngoyo lagi buat mendapat cinta. Tapi saya bakal fokus menebar cinta. Bukan cuma ke seseorang. Tapi ke semua makhluk. Orang, hewan, atau tumbuhan sekalipun.

Saya stop dulu mengharap dan meminta cinta. Saya akan fokus menebar cinta. Saya akan coba menerima kondisi. Ada atau pun gak ada pasangan, cinta saya harus terus bersemi dan ditebarkan. Cinta yang lebih universal.

--

--

Yasier Fadilah

I write about personal growth, business and productivity. You can also find me on IG @yasierfadilah. Thank you for reading.